JOURNEY OF SMP LABSCHOOL

Journey of SMP Labschool UNESA

Ketintang Surabaya

 

“Membangun karakter siswa melalui pendekatan

alam pedesaan”

 

 

 

Pelaksanaan  Kagiatan Tengah Semester (KTS)  pada tanggal 19 -21 Januari 2018 yang dilaksanakan di Desa Gendro, Kecamatan Tutur, Nongkojajar Pasuruan Jawa Timur telah berlangsung dengan sukses. Bahkan celotehan siswa sangat berharap tahun depan juga dilaksanakan lagi dengan alam yang berbeda dan kegiatan yang lebih menantang. Mengapa demikian sangat antusiasnya mereka mengikuti kegiatan ini? Menurut mereka maupun orang tua siswa, kegiatan ini sangat berbeda dengan di dalam kelas. Bahkan mereka mengatakan dengan kegiatan ini sangat banyak mendapatkan ilmu. Misalnya mereka yang sebelumnnya tidak pernah secara langsung  bercocok tanam, memanen dan mengemas bunga krisan hingga menjualnya, bagaimana memberi makan sapi, memerah susu hingga mengantar ke koprasi.

Kegiatan KTS SMP Labschool Unesa Ketintang Surabaya ini diikuti oleh 105 siswa. Siswa  dikelompokkan menjadi 26 kelompok, sehingga setiap kelompok antara 4 sampai 5 siswa. Setiap kelompok di titipkan ke rumah-rumah penduduk yang memiliki pekerjaan yang berbeda-beda. Di daerah Desa Gendro pekerjaan penduduk diantaranya, bercocok tanam bunga krisan, memelihara sapi perah, bertanam buah apel dan bertanan paprika. Kegiatan Tengah Semester dilaksanakan selama 2 malam 3 hari selain mengenal kerja penduduk setempat, juga membantu di dalam pekerjaan rumah yang dilakukan oleh bapak-ibu kost, kemudian dilanjutkan bakti sosial memanam bawang pray di polibag.  Selain itu juga mereka membantu membersihkan rumah, menyiapkan masakan untuk makan mereka sehari-hari.

 

 

 Program ini merupakan penerapan Kurikulum 2013 yang menekankan 4 point yaitu: Penguatan Pendidikan Karakter (PPK); Literasi;  Creative, critical thingking, communicative, Collaborative (4C); dan Higher Order Thinking Skill (HOTS). Di dalam kegiatan ini, mereka akan berkomuniksi dengan warga setempat, menghargai ibu-bapak kost yang mereka ikuti. Di alam HOTS mereka akan mendapat porsi yaitu bagaimana menanam bunga krisan , buah paprika hingga pemasaran keluar daerah. Demikian pula siswa yang ikut penduduk yang memiliki peliharaan sapi, siswa mendapatkan pengalaman bagaimana cara memelihara sapi, memberi makan sapi, memerah susu, hingga menjualnya ke koprasi yang di desa.

Di bulan Januari ini menurut Badan Meteriologi dan Klimatologi (BMKG) cuaca di Desa Gendro hampir setiap hari hujan,sehingga ada beberapa kegiatan tertunda. Namun karena semangat anak-anak tidak terkendala akan cuaca bahkan mereka mandi air hujan dalam suasana dingin yang menggigit. Selain kegiatan alam pedesaan, siswa juga menyantuni anak-anak yatim yang ada dari uang tabungan mereka, dan mengadakan pertunjukan kesenian berupa menyanyi dan drama dengan judul “ ketiggalan kereta”. Rupanya penampilan sangat dinikmati oleh anak-anak dan masyarakat di sana. Warga desa menampilkan gending dengan lagu-lagu daerah, sehingga menambah suasana pedesaan menambah jalinan keakraban mendalam. 

Tanggal 21 Januari 2018 pukul 11.00,  masa kegiatan sudah berakhir, setiap kelompok berpamitan serta memberikan kenang-kenangan kepada ibu angkat yang tidak seberapa harganya, namun suasana yang mereka rasakan pada perpisahan sangat berat, walaupun hanya beberapa hari bergaul dan bercengkeramah dengan ibu dan bapak angkat. Selamat tinggal desaku yang indah serta asri, semoga kanak-anakku nantinya dapat mengabdi padamu kelak bila mereka  sudah dewasa dan berilmu. Aamiin Yaa Roobalalamin

Panitia KTS 2018

 


93 Pembaca    |    0 Komentator
Share :
Tag : KTS

Kirim Pesan Anda