Konselor Sebaya SMP Labschool Unesa

 

Konseling adalah sebuah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (konselor) kepada individu yang mengalami suatu masalah (konseli). Tujuan konseling adalah membantu konseli memecahkan masalahnya. Dalam hal ini tugas konselor hanyalah membantu konseli menemukan alternatif- alternatif baru dalam usaha memecahkan masalahnya, sedangkan pengambilan keputusan ada di tangan konseli sendiri.

Proses konseling dapat dilakukan dalam semua bidang kehidupan khususnya pada dunia pendidikan. Kagiatan konseling disekolah dilakukan oleh guru BK (konselor sekolah).

Setiap sekolah memiliki kebijakan yang berbeda tentang jam tatap muka guru bimbingan dan konseling. Menurut Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 Tentang Bimbingan dan Konseling Pada Pendidikan Dasar dan Menengah layanan Bimbingan dan Konseling diselenggarakan secara terprogram berdasarkan asesmen kebutuhan (need assessment) yang dianggap penting (skala prioritas) dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan (scaffolding). Semua peserta didik harus mendapatkan layanan bimbingan dan konseling secara terencana, teratur dan sistematis serta sesuai dengan kebutuhan.

Di SMP Labschool sendiri ada jam tatap muka bagi konselor selama 1 jam pelajaran setiap minggunya. Hal ini sangat bermanfaat karena konselor dapat lebih mengenal konseli secara baik begitupun sebaliknya. Namun konselor tidak bisa selalu mengawasi konseli karena keterbatasan waktu. Karenanya konselor menunjuk enam orang siswa sebagai konselor sebaya yang bertujuan untuk membantu memecahkan masalah teman- temannya.

Pada tanggal 17 Oktober 2017, sekolah mendapatkan undangan pelatihan konselor sebaya yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Saat inilah konselor sebaya SMP Labschool Unesa resmi terbentuk. Beranggotakan Adhwa Natifa (7A), Prameswari (7B), Swettie (8A), Nizar (8A), Aditya Arie (8B) dan Bening (8B). Tentu bukan tanpa alasan konselor memilih mereka sebagai konselor sebaya karena menurut konselor, mereka termasuk siswa yang bersemangat, humble, sering dijadikan tempat curhat dan peduli terhadap teman.

Seiring berjalannya waktu siswa yang ditunjuk untuk menjadi konselor sebaya semakin menunjukkan ketertarikan mereka dalam membantu permasalahan yang dialami teman- temannya.  Kami mengadakan pertemuan tiap seminggu sekali. Mereka bahkan membuat grup diskusi bernama “Group Agen BK Mini” di salah satu aplikasi chatting yang berfungsi untuk sharing sesama anggota. Jika ada permasalahan yang mereka belum mampu membantu, mereka selalu mendiskusikan kepada konselor tentang apa yang sebaiknya dilakukan.

Pada bulan desember 2018, atas saran dari Bapak Kepala sekolah kami menambah 2 orang anggota baru yakni Rico (7A) dan Raffael (7B) agar lebih banyak siswa yang dapat dibantu. Perlu ditekankan bahwa dalam bimbingan dan konseling ada satu asas yang wajib dilakukan yakni asas kerahasiaan yang berarti bahwa setiap konselor harus menjaga permasalahan yang dihadapi oleh konseli agar tidak diketahui oleh orang lain.

Semoga kegiatan BK Mini dapat memberikan dampak yang positif bagi seluruh siswa SMP Labschool Unesa. 


75 Pembaca    |    0 Komentator
Share :
Tag : konselor, konseli, bimbingan dan konseling, bimbingan dan konseling di smp, bk mini, konselor sebaya, smp surabaya, konseling,

Kirim Pesan Anda