Pembulian yang Viral

Suatu hari aku melihat anakku melihat-lihat file video di hp suami,tiba-tiba dia tertawa ketika melihat salah satu video yang ada. Kudekati dan kutanya “lihat apaan dek?”lalu dia menjawab “ini lho.. lucu”jawabnya. Karena penasaran aku minta dia memutar ulang video tersebut.

“Mak jleb” rasanya hatiku melihat video tersebut, belum kelar videonya sudah kumatikan dan langsung kuhapus.”Lho kenapa dihapus ibu?” tanya anakku yang masih berumur 5 tahunan itu,ini video yang jelek adek, memang adek mau kalau digituin?”aku malah balik bertanya.”Enggak mauuu……” jawabnya spontan, “nah mangkannya yang kayak ini nggak baik, kasihan kan anaknya ini, adek jangan pernah lakuin yang kayak gini, trus jangan mau pula diginiin ya…” aku berusaha memberinya pengertian.

Sebenarnya apa sih yang ada di video itu, mungkin bukan hanya saya yang pernah melihatnya. Dalam Video tersebut terlihat dua anak laki-laki yang  berusia kurang lebih 9 tahun, Satu anak dalam posisi kedua tangan terikat pada sebatang kayu panjang seperti posisi orang disalib, sedangkan satu anak ada dibelakangnya. Mungkin ada beberapa anak yang lain yang tak terlihat dalam gambar termasuk anak yang memvideokan peristiwa ini. Anak yang terikat bertelanjang dada hanya memakai celana kolor, sepertinya dia tidak tahu apa yang direncanakan teman-temannya. Dalam beberapa hitungan, anak yang ada di belakang melepaskan celana kolor anak tersebut dengan menarik celananya kebawah. Karena posisi yang merekam tepat didepannya tampaklah semua bagian tubuhnya. Si anak yang dikerjai secara spontan berteriak-teriak untuk ditolong tapi disambut suara tertawa teman-temannya, dia tidak bisa berbuat apa-apa sampai akhirnya menangis dan memohon untuk disudahi perlakuan tersebut.

Saya tidak bisa menceritakan lagi kelanjutan kisah video itu karena sudah langsung kumatikan dan kuhapus. Kawan… adakah yang juga melihat video itu? Apa reaksi anda? Ikut tertawakah atau rasa kasihan dan marah seperti yang saya rasakan?.

Sebenarnya mungkin aku hanya berfikir sebagai seorang ibu, aku membayangkan anak tersebut adalah salah satu dari anakku. Semoga saja anak itu punya mental baja dan dapat melupakan peristiwa yang dialaminya ini. Kalau tidak pastilah trauma yang dia rasakan, kepanikan, keputusasaan, rasa malu dan kesedihan akan terus berada dalam ingatannya. Saya bukan ahli psikologi tapi saya yakin kalau peristiwa ini dapat mempengaruhi kejiwaan, emosi atau bahkan menimbulkan dendam yang mungkin akan ia balaskan kelak, baik ditujukan pada anak-anak yang menyaksikan peristiwa ini ataupun ia lakukan pada anak yang lain. Terlebih mungkin karena video ini sudah beredar luas melalui medsos dan dilihat oleh beribu mungkin jutaan orang dan bahkan si anak sendiri melihatnya. Dan saya yakin efek buruknya pun semakin besar.

Kawan, mari kita bersama mencoba membantu anak tersebut dan mungkin orang lain dengan peristiwa-peristiwa yang lain dengan cara paling mudah yang bisa kita lakukan yaitu tidak menyebarluaskan hal yang seperti ini, bayangkan kalau hal tersebut terjadi pada kita, keluarga, anak-anak, ataupun orang-orang yang kita sayangi, maka kita akan menjadi lebih bijak dalam bersikap. Salam… semoga menjadi renungan bagi kita semua agar menjadi manusia yang lebih baik.
48 Pembaca    |    0 Komentator
Share :
Tag : bullying

Kirim Pesan Anda